Perlaksanaan Hudud oleh Syaikh Soleh Fauzan al-Fauzan

Ada jamaah yang berdakwah kepada perbaikan hukum, politik dan meminta penegakan hukum had dan penerapan syariat Islam dalam menghukumi manusia. Ini memang masalah penting, tetapi bukan yang terpenting. Kerana bagaimana bisa dituntut penerapan hukum Allah terhadap seorang pencuri dan penzina sebelum diterapkan hukum Allah terhadap orang musyrik?

Bagaimana mungkin akan dituntut penerapan hukum Allah di antara dua orang yang berselisih dalam masalah kambing dan untan, sebelu diterapkan hukum Allah terhadap para penyembah berhala dan kuburan? Juga penerapan hukum Allah terhadap orang-orang yang menyimpaang dalam memahami nama Allah dan sifat-Nya, sehingga menolak makna yang ditunjukkan oleh dalil serta mengubah kalimatnya? Apakah mereka itu lebih berdosa ataukah orang-orang yang berbuat zina, minum arak dan mencuri? Sesungguhnya dosa-dosa ini merupakan perbuatan jelek terhadap para hamba.  Sedangkan syirik, meniadakan nama dan sifat Allah adalah perbuatan jelek terhadap al-Khaliq (Allah). Padahal hak Al-Khaliq haruslah didahulukan daripada hak-hak makhluk.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitabnya Al-Istiqamah (1/466) berkata ; “Dosa-dosa seperti ini bila disertai tauhid yang benar, lebih baik daripada kerusakan tauhid yang disertai dosa-dosa seperti ini.”

Demikianlah, ada pula jamaah lain yang menisbatkan diri kepada dakwah, namun berjalan di atas manhaj lain yang menyelisihi manhaj para rasul. Jamaah ini tidak memandang urgensi aqidah, namun hanya mementingkan sisi ritual ibadah dan membiasakan zikir-zikir di atas manhaj Sufi. Mereka mengutamakan ‘khuruj’ (keluar berdakwah dalam jangka waktu tertentu) dan siyahah (pengembaraan). Yang mereka pentingkan adalah mengumpulkan manusia bersama mereka, tanpa memperhatikan aqidah mereka.

Syaikh Dr Soleh Fauzan al-Fauzan, Kata Pengantar Kitab ‘Manhajul Anbiya fid Dakwah ilallah fihil Hikmah wal Aql’ oleh Syaik Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Diterjemah oleh Muhtadin Abrari dengan judul Cara Para Nabi Berdakwah, Pustaka Sumayyah.

Nota : Syaikh Dr Soleh Fauzan al-Fauzan merupakan anggota Haiah Kibaril Ulama’, Komite Fiqh Rabitah Alam Islamiy di Mekah serta anggota Komite Pengawas Duat Haji sekaligus mengetuai Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta’. Baca lagi di sini.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


%d bloggers like this: