Mengenali Nabi Isa menurut perspektif Islam

Mengenali Nabi Isa menurut perspektif Islam

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Sifat Nabi ‘Isa Alaihissallam

Sifat beliau yang dijelaskan dalam berbagai riwayat bahawa beliau seorang laki-laki, perawakannya sedang, tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek, berkulit merah dan berbulu, dadanya bidang, rambutnya lurus, seolah-olah dia baru keluar dari pemandian, beliau memiliki rambut yang melebihi cuping telinga, disisir rapi hingga memenuhi kedua bahunya.

Beberapa hadith yang menjelaskan sifat-sifat tersebut:

Di antaranya apa yang diriwayatkan oleh asy-Syaikhani dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ لَقِيْتُ مُوْسَى… (فَنَعَتَهُ إِلَى أَنْ قَالَ:) وَلَقِيْتُ عِيْسَى… (فَنَعَتَهُ فَقَالَ:) رَبْعَةٌ، أَحْمَرُ، كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيْمَاسٍ (يَعْنِي: الْحَمَّامَ).

“Aku berjumpa dengan Musa ketika aku di-isra’-kan… (lalu beliau menyebutkan sifatnya hingga beliau berkata): dan aku berjumpa dengan ‘Isa… (lalu beliau mensifatinya dengan berkata,) bertubuh sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), merah, seakan-akan dia keluar dari kamar mandi.’” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَأَيْتُ عِيْسَـى وَمُوْسَى وَإِبْرَاهِيْمَ، فَأَمَّا عِيْسَى؛ فَأَحْمَرُ جَعْدٌ عَرِيْضُ الصَّدْرِ.

Aku melihat ‘Isa, Musa dan Ibrahim (pada malam Isra’), adapun ‘Isa adalah orang (yang berkulit) merah, berambut ikal, dan berdada bidang.’”(riwayat al-Bukhari)

Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَقَدْ رَأَيْتُنِيْ فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) وَإِذَا عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ قَائِمٌ يُصَلِّي، أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ ابْنُ مَسْعُوْدٍ الثَّقَفِيْ.

‘Aku melihat diriku berada di dekat Hajar Aswad sementara orang-orang Quraisy bertanya kepadaku… (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan): Ternyata ‘Isa bin Maryam sedang melakukan shalat, orang yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi.’” (riwayat Muslim)

Sementara dalam ash-Shahiihain dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرَانِـيْ لَيْلَةً عِنْدَ الْكَعْبَةِ، فَرَأَيْتُ رَجُلاً آدَمَ كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنْ أَدْمِ الرِّجَالِ، لَهُ لَمَّةٌ كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنَ اللَّمَمِ، قَدْ رَجَّلَهَا، فَهِيَ تَقْطُرُ مَاءً، مُتَّكِئًا عَلَى رَجُلَيْنِ أَوْ عَلَى عَوَاتِقِ رَجُلَيْنِ، يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ، فَسَأَلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقِيْلَ: هَذَا الْمَسِيْحُ بْنُ مَرْيَمَ.

“Pada suatu malam aku bermimpi berada di Ka’bah, lalu aku melihat seseorang berkulit coklat paling bagus, di antara semua laki-laki yang berkulit coklat, rambutnya sampai ke bawah telinganya dan sangat indah yang pernah kamu lihat, tersisir rapi dan meneteskan air, dia bersandar pada dua orang atau pada pundak dua orang, dia sedang melakukan thawaf, lalu aku bertanya, ‘Siapakah dia?’ Dijawab, ‘Dia adalah al-Masih bin Maryam.’” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat al-Bukhari dari Ibnu ‘Umar, dia berkata, “Tidak, demi Allah! Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak mengatakan merah, akan tetapi dia berkata (lalu mengungkapkan hadits di atas secara lengkap).” (riwayat al-Bukhari)

Dalam riwayat Muslim dari beliau Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ… (إِلَى أَنْ قَالَ:) رَجِلُ الشَّعْرِ.

“Ternyata dia adalah seorang laki-laki berkulit coklat (sawo matang)… (sampai dia berkata) rambutnya tersisir rapi.” (riwayat Muslim)

Sedangkan menggabungkan riwayat-riwayat ini, tegasnya pada sebagian riwayat bahwa beliau berkulit merah, sementara pada riwayat lain berkulit coklat, pada sebagian riwayat rambutnya lurus sementara pada riwayat yang lain rambutnya ikal:

Sesungguhnya tidak ada kontradiksi antara merah dengan warna coklat, karena mungkin saja warna coklat yang jernih (sehingga tampak kemerah-merahan,-penj.)

Sedangkan riwayat yang menjelaskan pengingkaran Ibnu ‘Umar bagi riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi ‘Isa berkulit merah, maka hal itu bertentangan dengan yang dihafal oleh yang lainnya. Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa beliau Alaihissallam berkulit merah.

Adapun mengenai sebagian riwayat yang menerangkan bahwa beliau berambut lurus, sedangkan di dalam riwayat lain berambut ikal padahal ikal adalah lawan dari lurus, maka mungkin saja menggabungkan keduanya bahwa beliau berambut lurus, adapun pensifatannya dengan al-Ja’du (di antara maknanya adalah keriting,-pent.) maksudnya adalah al-Ja’du pada badan bukan pada rambut, yang maknanya dagingnya padat.

Label: , , ,

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


%d bloggers like this: