Posts Tagged ‘Kristian’

Sejarah Hubungan Muslim & Kristian

Januari 6, 2015

Mohd Riduan b Khairi, Ketua Jabatan Penerbitan iLMU

Hubungan Muslim & Kristian telah bermula sejak detik terawal dakwah Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bahkan selepas menerima wahyu pertama baginda Rasul dibawa oleh Khadijah untuk mendapatkan konsultasi dari seorang ahli Kitab yakni Waraqah bin Naufal.

Kemudiannya kita menemui sejumlah para rahib dan paderi Nasrani memeluk ajaran Islam. Terkenal sekali dalam sejarah Islam, kisah kembara seorang pemuda Nasrani mencari hidayah. Kemudiannya lelaki ini dikenali sebagai salah seorang sahabat Nabi yang kanan dan utama, bahkan dipuji dalam hadith baginda. Itulah Salman Al-Farisi.

Adi bin Hatim at-To’i juga salah seorang sahabat Nabi yang dikenal dalam riwayat tafsir Al-Quran, asalnya juga Adi ialah seorang ketua suku at-To’i di Najd dan beragama Nasrani. Hubungan Kristian dan Muslim terjalin sejak lama. Ahli sejarah mencatatkan bahawa kehidupan rakyat Kristian di bawah kerajaan Islam jauh lebih baik berbanding di bawah kekuasaan Yahudi. Hak-hak Kristian dan non-Muslim yang lain dijaga. Firman Allah,

A040

Dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang pencerobohan setengahnya yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa yang menolong agamaNya (agama Islam); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.” (Al-Hajj 22: 40)

Titik makar dan onar dalam sejarah peradaban manusia ialah bangsa yang pernah Allah muliakan pada suatu ketika dahulu yakni Bani Israel yang kemudian dikenal sebagai Yahudi. Namun ternyata kemudiannya mereka mengkhianati janji meraka kepada Allah dan para Rasul-Nya, Mereka mendustai para Nabi yang telah Allah utus dari kalangan mereka. Yahudi membunuh Nabi Zakaria dan Yahya. Zakaria yang mengasuh Maryam ibunda Isa Alaihisalam. Dan nyaris Isa juga dibunuh oleh Yahudi laknatullah.

Umat Islam dan umat Kristian jangan terpedaya dengan tipudaya Yahudi memprovokasi mengeruhkan hubungan baik Muslim Kristian yang terwujud sejak sekian lama. Benar ada perang antara kita. Jangan terkeok dan terkecoh kerana sesama Arab sendiri pernah wujud sesiri peperangan yang panjang. Demikian dalam ajaran Islam sendiri ada mazhab khawarij dan Syiah yang menghalalkan darah sesama umat. Dan bukankah juga sesama unat Kristian juga pernah berlaku pertumpahan darah yang dahsyat. Itu tidak lain adalah angkara kelompok yang jahil dan mengikut hawa nafsu. Dan ditengah-tengah itu terpercik api permusuhan lalu ditiup oleh Yahudi lalu bersemarak peperangan.

Sedangkan menurut ajaran agama hanif yang dibawa oleh Khalil Allah Ibrahim Alahisalam, seterusnya Dawud bersama Zabur, Musa bersama Taurat, Isa bersama Injil dan Muhammad Sallallahu ‘Alalihi Wa Sallam; perang itu tidak lain bertujuan mempertahankan keamanan dan menebarkan kedamaian.

Hakikat ini harus dimengerti dan difahami agar dua agama terbesar umat manusia ini tidak dilaga dan diperseterukan oleh musuh Allah. Dan siapakah musuh Allah yang lebih besar selepas iblis laknatullah, kalau bukan Yahudi.

Iblis yang membisikkan kepada Bani Israel untuk membuat lembu dari emas lalu menganggapnya sebagai Tuhan. Iblis yang membisikkan kepada Yahudi untuk memuliakan Nabi Allah Uzair berlebihan lalu mengangkatnya sebagai anak Tuhan. Dan iblis juga yang membisikkan kebohongan bahawa Isa bin Maryam itu adalah anak Tuhan. Walhal tidak pun walau sepatah yang dapat kita temui kenyataan dan pengakuan Isa di dalam Bible bahawa baginda adalah Tuhan. Yang benar lagi tercatat dalam kalam Allah yang terpelihara yakni Al-Qur’an yang Mulia. Firman Allah,

A030

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Uzair ialah anak Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih ialah anak Allah”. Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran?” (At-Taubah 9: 30)

Maka seruan orang beriman kepada semua anak manusia agar kembali kepada fitrah, kembali kepada agama yang hanif, agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim Alaihisalam. Itulah agama semua para Nabi dan para Rasul yakni berserah diri hanya kepada Allah Yang Esa. Allah Yang Menciptakan Langit tujuh lapis dan Menciptakan bumi tujuh lapis juga. Firman Allah,

A140

Atau patutkah kamu mengatakan, bahawa Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishak, dan Nabi Yaakub beserta anak-anaknya, mereka semua adalah orang-orang Yahudi atau Nasrani, (padahal agama mereka telahpun ada sebelum adanya agama Yahudi atau agama Kristian itu)?” Katakanlah (wahai Muhammad): “Adakah kamu yang lebih mengetahui atau Allah? Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya?” Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang telah kamu lakukan.” (Al-Baqarah 2: 140)

Seandainya ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Kristian kembali menekni Zabur, Taurat dan Injil yang masih ada di tangan mereka, dengan tulus dan ikhlas semata-mata mengharapkan petunjuk kebenaran, nescaya mereka akan menemui secercah cahaya kebenaran. Ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,

A029

Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang soleh) terdapat muka mereka – dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil pula ialah: (bahawa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat, lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan sahabat-sahabat Nabi Muhammad, s.a.w dan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki – dengan kembang biaknya umat Islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.” (Al-Fath 48: 29)

Dari Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baharu (Injil) itu ada banyak sekali petunjuk dan petanda mengarahkan kepada Perjanjian Terakhir (Final Testament). Itulah kitab yang dijanjikan oleh Allah terpelihara ketulenan dan keasliannya dari perubahan dan penyelewengan oleh tangan-tangan jahat manusia. Itulah Al-Quran Al-Karim yang diwahyukan kepada Al-Amin.

Sinar Harian 2 Januari 2015

Kisah Maryam dan anaknya dalam Surah Maryam

Januari 25, 2013

Kehamilan Maryam tanpa sentuhan seorang laki-laki

16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.”

19. Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina

21. Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.”

24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.”

Tuduhan terhadap Maryam dan pembelaan Nabi Isa a.s. kepada ibunya

27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

Kisah Nabi Isa bin Maryam dalam Surah az-Zukhruf

Januari 15, 2013

 43. Terjemahan Surah Az Zukhruf 

NABI ISA A.S. MENGAJAK KAUMNYA UNTUK BERIMAN KEPADA ALLAH

57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak kerananya.

58. Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.

59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. 

60. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.

61. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

62. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

63. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku.”

64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.

65. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

66. Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyedarinya.

67. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.

Kisah Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam dalam Surah Ali Imran

Disember 29, 2012

Kisah Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam dalam Surah Ali Imran

Ayat 45-63

hqdefault45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang anak lelaki) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa bin Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

46. dan dia bercakap dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang soleh.”

47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, mana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang lelakipun.” Allah berfirman: “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku khabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebahagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Kerana itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

52. Maka tatkala Isa mengetahui keengkaran mereka (Bani lsrail) dia pun berkata: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, kerana itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).”

54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dengan sempurna dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu mengatasi orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku seksa mereka dengan azab yang berat di dunia dan di akhirat, dan mereka pula tidak akan beroleh sesiapa pun yang dapat menolong.

57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang soleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

58. Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebahagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, kerana itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

61. Siapa yang membantahmu tentang mengenainya sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

62. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .

63. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ayat 84

84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak memzeda-bezakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

 

 

Krismas dan kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an

Disember 24, 2012

Krismas dan kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an

Umat Kristian merayakan Krismas pada setiap tahun bagi meraikan hari yang dikatakan sebagai hari lahir Nabi Isa Alaihissalam.

Nabi Isa alaihissalam dicintai oleh dua umat dari dua agama yang berbeza. Umat Kristian meraikan tarikh 25 Disember yang dikatakan sebagai hari lahir Nabi mereka, Isa bin Maryam alaihissalam. Seperti mana kasih dan cintanya umat Kristian kepada Nabi Isa, demikian juga dengan umat Islam.

Al-Qur’an dan Sunnah mewajibkan umatnya untuk percaya dengan benar-benar percaya (beriman) dengan rasul-rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad, termasuk Nabi Isa dan beriman juga dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an termasuklah kitab Injil yang dibekalkan kepada Nabi Isa.

Bahkan lebih dari itu lagi, umat Islam wajib beriman bahawa Allah akan menurunkan Nabi Isa ke bumi untuk menyelamatkan manusia sebelum berlakunya kiamat. Beliau akan menemani Imam Mahdi menunaikan solat bersama-sama. Ia termasuk dalam bab akidah yang wajib diimani oleh setiap umat Islam.

Jarak zaman Nabi Isa dan Nabi Muhammad lebih kurang 500 tahun. Di antara mereka bedua tidak ada Nabi lain.

Al-Qur’an dan kisah Nabi Isa

Al-Qur’an merakamkan banyak sekali kisah berkaitan Nabi Isa. Antaranya termasuk dalam Surah al-Baqarah, Surah Az-Zukhruf, Surah As-Saf, Surah al-Maidah dan beberapa lagi.

Bahkan ada 2 buah surah dalam al-Qur’an dinamakan berkaitan Nabi Isa, yakni Surah Maryam dan Surah Ali Imran yakni keluarga yang membesarkan ibu Nabi Isa, Maryam.

Hubungan Nabi Isa Alaihissalam dengan Nabi Muhammad saw

Disember 23, 2012

16818_486004301444853_2071825847_nHubungan Nabi Isa Alaihissalam dengan Nabi Muhammad saw

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاْلأَنْبِيَاءُ إِِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى، وَدِْينُهُمْ وَاحِدٌ، وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ لأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ نَازِلٌ… فَيُهْلِكُ اللهُ فِيْ زَمَانِهِ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ، وَتَقَعُ اْلأَمْنَةُ عَلَى اْلأَرْضِ حَتَّـى تَرْتَعَ اْلأُسُـوْدُ مَعَ اْلإِبِلِ، وَالنِّمَارِ مَعَ الْبَقَـرِ، وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ، وَيَلْعَبُ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لاَ تَضُرُّهُمْ.

“Para Nabi adalah saudara ‘sebapa’, ‘ibu’ mereka berbeda-beda, akan tetapi agama mereka satu, dan aku adalah orang yang paling berhak kepada Ibnu Maryam, karena tidak ada Nabi di antaraku dengannya, dan sesungguhnya dia akan turun… lalu Allah akan membinasakan al-Masih ad-Dajjal, dan suasana di muka bumi menjadi aman, sehingga singa dapat hidup bersama unta, harimau dengan lembu, serigala dengan kambing, demikian pula anak-anak kecil dapat bermain dengan ular tanpa membahayakan mereka.” (Musnad Ahmad)

Makna saudara sebapa, ibu berbeza-beza ialah sesungguhnya keimanan para Nabi adalah satu walaupun syari’at mereka berbeda-beda. (Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (III/291), dan Tafsiir ath-Thabari (VI/460) ta’liq Mahmud Syakir, dan takhrij Ahmad Syakir) 

Nabi Isa adalah sahabat Nabi 

Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah telah memuat biografi untuk ‘Isa Alaihissallam di dalam kitabnya Tajriidu Asmaa-ish Shahaabah, beliau berkata, “Isa bin Maryam, seorang Sahabat, seorang Nabi, karena beliau melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam beliau diisra’kan, mengucapkan salam kepadanya, maka dia menjadi Sahabat Nabi yang terakhir meninggal.”

Nabi Muhammad paling dekat dengan Nabi Isa

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ، لَيْسَ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ.

“Aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam. Tidak ada Nabi di antara aku dan dia.” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling istimewa baginya dan yang paling dekat dengannya, karena ‘Isa Alaihissallam memberi kabar gembira (umatnya) akan datangnya seorang Nabi setelahnya, dan mengajak seluruh makhluk untuk membenarkan juga mengimaninya. (Lihat al-Minhaaj fii Syu’abil Iimaan (I/424-425), karya al-Hulaimi, at-Tadzkirah, karya al-Qurthubi (hal. 679), Fat-hul Baari (VI/493), kitab at-Tashriih bimaa Tawaatara fii Nuzuulil Masiih (hal. 94) ta’liq Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah.)

Sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

“… Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, namanya adalah Ahmad (Muhammad)…” [Ash-Shaff: 6]

Demikian pula dalam sebuah hadits dijelaskan:

قَالُوْا: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَخْبِرنَا عَنْ نَفْسِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ؛ أَنَا دَعْوَةُ أَبِيْ إِبْرَاهِيْمَ بُشْرَى أَخِيْ عِيْسَى.

“Mereka (para Sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Kabarkanlah kepada kami tentang dirimu!’ Beliau berkata, ‘Ya, aku adalah do’anya Nabi Ibrahim dan kabar gembira yang disampaikan saudaraku, ‘Isa.’” 

(HR. Ibnu Ishaq dalam as-Siirah, lihat kitab Tahdziib Siirati Ibni Hisyam (hal. 45), karya ‘Abdus Salam Harun, cet. al-Majma’ul ‘Ilmil ‘Arabi al-Islami, Mansyuurat Muhammad ad-Daayah, Beirut. Ibnu Katsir mengomentari sanadnya dengan berkata, “Ini adalah sanad yang jayyid,” dan beliau meriwayatkan beberapa penguat baginya dari jalan lain, yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dalam al-Musnad, Tafsiir Ibni Katsir (VIII/136), dan Musnad Imam Ahmad (IV/127, dan V/262, dengan catatan pinggir Muntakhab al- Kanz).

Mengenali Nabi Isa menurut perspektif Islam

Disember 23, 2012

Mengenali Nabi Isa menurut perspektif Islam

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Sifat Nabi ‘Isa Alaihissallam

Sifat beliau yang dijelaskan dalam berbagai riwayat bahawa beliau seorang laki-laki, perawakannya sedang, tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek, berkulit merah dan berbulu, dadanya bidang, rambutnya lurus, seolah-olah dia baru keluar dari pemandian, beliau memiliki rambut yang melebihi cuping telinga, disisir rapi hingga memenuhi kedua bahunya.

Beberapa hadith yang menjelaskan sifat-sifat tersebut:

Di antaranya apa yang diriwayatkan oleh asy-Syaikhani dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ لَقِيْتُ مُوْسَى… (فَنَعَتَهُ إِلَى أَنْ قَالَ:) وَلَقِيْتُ عِيْسَى… (فَنَعَتَهُ فَقَالَ:) رَبْعَةٌ، أَحْمَرُ، كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيْمَاسٍ (يَعْنِي: الْحَمَّامَ).

“Aku berjumpa dengan Musa ketika aku di-isra’-kan… (lalu beliau menyebutkan sifatnya hingga beliau berkata): dan aku berjumpa dengan ‘Isa… (lalu beliau mensifatinya dengan berkata,) bertubuh sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), merah, seakan-akan dia keluar dari kamar mandi.’” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَأَيْتُ عِيْسَـى وَمُوْسَى وَإِبْرَاهِيْمَ، فَأَمَّا عِيْسَى؛ فَأَحْمَرُ جَعْدٌ عَرِيْضُ الصَّدْرِ.

Aku melihat ‘Isa, Musa dan Ibrahim (pada malam Isra’), adapun ‘Isa adalah orang (yang berkulit) merah, berambut ikal, dan berdada bidang.’”(riwayat al-Bukhari)

Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَقَدْ رَأَيْتُنِيْ فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) وَإِذَا عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ قَائِمٌ يُصَلِّي، أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ ابْنُ مَسْعُوْدٍ الثَّقَفِيْ.

‘Aku melihat diriku berada di dekat Hajar Aswad sementara orang-orang Quraisy bertanya kepadaku… (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan): Ternyata ‘Isa bin Maryam sedang melakukan shalat, orang yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi.’” (riwayat Muslim)

Sementara dalam ash-Shahiihain dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرَانِـيْ لَيْلَةً عِنْدَ الْكَعْبَةِ، فَرَأَيْتُ رَجُلاً آدَمَ كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنْ أَدْمِ الرِّجَالِ، لَهُ لَمَّةٌ كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنَ اللَّمَمِ، قَدْ رَجَّلَهَا، فَهِيَ تَقْطُرُ مَاءً، مُتَّكِئًا عَلَى رَجُلَيْنِ أَوْ عَلَى عَوَاتِقِ رَجُلَيْنِ، يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ، فَسَأَلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقِيْلَ: هَذَا الْمَسِيْحُ بْنُ مَرْيَمَ.

“Pada suatu malam aku bermimpi berada di Ka’bah, lalu aku melihat seseorang berkulit coklat paling bagus, di antara semua laki-laki yang berkulit coklat, rambutnya sampai ke bawah telinganya dan sangat indah yang pernah kamu lihat, tersisir rapi dan meneteskan air, dia bersandar pada dua orang atau pada pundak dua orang, dia sedang melakukan thawaf, lalu aku bertanya, ‘Siapakah dia?’ Dijawab, ‘Dia adalah al-Masih bin Maryam.’” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat al-Bukhari dari Ibnu ‘Umar, dia berkata, “Tidak, demi Allah! Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak mengatakan merah, akan tetapi dia berkata (lalu mengungkapkan hadits di atas secara lengkap).” (riwayat al-Bukhari)

Dalam riwayat Muslim dari beliau Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ… (إِلَى أَنْ قَالَ:) رَجِلُ الشَّعْرِ.

“Ternyata dia adalah seorang laki-laki berkulit coklat (sawo matang)… (sampai dia berkata) rambutnya tersisir rapi.” (riwayat Muslim)

Sedangkan menggabungkan riwayat-riwayat ini, tegasnya pada sebagian riwayat bahwa beliau berkulit merah, sementara pada riwayat lain berkulit coklat, pada sebagian riwayat rambutnya lurus sementara pada riwayat yang lain rambutnya ikal:

Sesungguhnya tidak ada kontradiksi antara merah dengan warna coklat, karena mungkin saja warna coklat yang jernih (sehingga tampak kemerah-merahan,-penj.)

Sedangkan riwayat yang menjelaskan pengingkaran Ibnu ‘Umar bagi riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi ‘Isa berkulit merah, maka hal itu bertentangan dengan yang dihafal oleh yang lainnya. Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa beliau Alaihissallam berkulit merah.

Adapun mengenai sebagian riwayat yang menerangkan bahwa beliau berambut lurus, sedangkan di dalam riwayat lain berambut ikal padahal ikal adalah lawan dari lurus, maka mungkin saja menggabungkan keduanya bahwa beliau berambut lurus, adapun pensifatannya dengan al-Ja’du (di antara maknanya adalah keriting,-pent.) maksudnya adalah al-Ja’du pada badan bukan pada rambut, yang maknanya dagingnya padat.