Posts Tagged ‘nabi isa’

Sejarah Hubungan Muslim & Kristian

Januari 6, 2015

Mohd Riduan b Khairi, Ketua Jabatan Penerbitan iLMU

Hubungan Muslim & Kristian telah bermula sejak detik terawal dakwah Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bahkan selepas menerima wahyu pertama baginda Rasul dibawa oleh Khadijah untuk mendapatkan konsultasi dari seorang ahli Kitab yakni Waraqah bin Naufal.

Kemudiannya kita menemui sejumlah para rahib dan paderi Nasrani memeluk ajaran Islam. Terkenal sekali dalam sejarah Islam, kisah kembara seorang pemuda Nasrani mencari hidayah. Kemudiannya lelaki ini dikenali sebagai salah seorang sahabat Nabi yang kanan dan utama, bahkan dipuji dalam hadith baginda. Itulah Salman Al-Farisi.

Adi bin Hatim at-To’i juga salah seorang sahabat Nabi yang dikenal dalam riwayat tafsir Al-Quran, asalnya juga Adi ialah seorang ketua suku at-To’i di Najd dan beragama Nasrani. Hubungan Kristian dan Muslim terjalin sejak lama. Ahli sejarah mencatatkan bahawa kehidupan rakyat Kristian di bawah kerajaan Islam jauh lebih baik berbanding di bawah kekuasaan Yahudi. Hak-hak Kristian dan non-Muslim yang lain dijaga. Firman Allah,

A040

Dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang pencerobohan setengahnya yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa yang menolong agamaNya (agama Islam); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.” (Al-Hajj 22: 40)

Titik makar dan onar dalam sejarah peradaban manusia ialah bangsa yang pernah Allah muliakan pada suatu ketika dahulu yakni Bani Israel yang kemudian dikenal sebagai Yahudi. Namun ternyata kemudiannya mereka mengkhianati janji meraka kepada Allah dan para Rasul-Nya, Mereka mendustai para Nabi yang telah Allah utus dari kalangan mereka. Yahudi membunuh Nabi Zakaria dan Yahya. Zakaria yang mengasuh Maryam ibunda Isa Alaihisalam. Dan nyaris Isa juga dibunuh oleh Yahudi laknatullah.

Umat Islam dan umat Kristian jangan terpedaya dengan tipudaya Yahudi memprovokasi mengeruhkan hubungan baik Muslim Kristian yang terwujud sejak sekian lama. Benar ada perang antara kita. Jangan terkeok dan terkecoh kerana sesama Arab sendiri pernah wujud sesiri peperangan yang panjang. Demikian dalam ajaran Islam sendiri ada mazhab khawarij dan Syiah yang menghalalkan darah sesama umat. Dan bukankah juga sesama unat Kristian juga pernah berlaku pertumpahan darah yang dahsyat. Itu tidak lain adalah angkara kelompok yang jahil dan mengikut hawa nafsu. Dan ditengah-tengah itu terpercik api permusuhan lalu ditiup oleh Yahudi lalu bersemarak peperangan.

Sedangkan menurut ajaran agama hanif yang dibawa oleh Khalil Allah Ibrahim Alahisalam, seterusnya Dawud bersama Zabur, Musa bersama Taurat, Isa bersama Injil dan Muhammad Sallallahu ‘Alalihi Wa Sallam; perang itu tidak lain bertujuan mempertahankan keamanan dan menebarkan kedamaian.

Hakikat ini harus dimengerti dan difahami agar dua agama terbesar umat manusia ini tidak dilaga dan diperseterukan oleh musuh Allah. Dan siapakah musuh Allah yang lebih besar selepas iblis laknatullah, kalau bukan Yahudi.

Iblis yang membisikkan kepada Bani Israel untuk membuat lembu dari emas lalu menganggapnya sebagai Tuhan. Iblis yang membisikkan kepada Yahudi untuk memuliakan Nabi Allah Uzair berlebihan lalu mengangkatnya sebagai anak Tuhan. Dan iblis juga yang membisikkan kebohongan bahawa Isa bin Maryam itu adalah anak Tuhan. Walhal tidak pun walau sepatah yang dapat kita temui kenyataan dan pengakuan Isa di dalam Bible bahawa baginda adalah Tuhan. Yang benar lagi tercatat dalam kalam Allah yang terpelihara yakni Al-Qur’an yang Mulia. Firman Allah,

A030

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Uzair ialah anak Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih ialah anak Allah”. Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran?” (At-Taubah 9: 30)

Maka seruan orang beriman kepada semua anak manusia agar kembali kepada fitrah, kembali kepada agama yang hanif, agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim Alaihisalam. Itulah agama semua para Nabi dan para Rasul yakni berserah diri hanya kepada Allah Yang Esa. Allah Yang Menciptakan Langit tujuh lapis dan Menciptakan bumi tujuh lapis juga. Firman Allah,

A140

Atau patutkah kamu mengatakan, bahawa Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishak, dan Nabi Yaakub beserta anak-anaknya, mereka semua adalah orang-orang Yahudi atau Nasrani, (padahal agama mereka telahpun ada sebelum adanya agama Yahudi atau agama Kristian itu)?” Katakanlah (wahai Muhammad): “Adakah kamu yang lebih mengetahui atau Allah? Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya?” Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang telah kamu lakukan.” (Al-Baqarah 2: 140)

Seandainya ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Kristian kembali menekni Zabur, Taurat dan Injil yang masih ada di tangan mereka, dengan tulus dan ikhlas semata-mata mengharapkan petunjuk kebenaran, nescaya mereka akan menemui secercah cahaya kebenaran. Ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,

A029

Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang soleh) terdapat muka mereka – dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil pula ialah: (bahawa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat, lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan sahabat-sahabat Nabi Muhammad, s.a.w dan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki – dengan kembang biaknya umat Islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.” (Al-Fath 48: 29)

Dari Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baharu (Injil) itu ada banyak sekali petunjuk dan petanda mengarahkan kepada Perjanjian Terakhir (Final Testament). Itulah kitab yang dijanjikan oleh Allah terpelihara ketulenan dan keasliannya dari perubahan dan penyelewengan oleh tangan-tangan jahat manusia. Itulah Al-Quran Al-Karim yang diwahyukan kepada Al-Amin.

Sinar Harian 2 Januari 2015

Advertisements

Kisah Nabi Isa bin Maryam dalam Surah az-Zukhruf

Januari 15, 2013

 43. Terjemahan Surah Az Zukhruf 

NABI ISA A.S. MENGAJAK KAUMNYA UNTUK BERIMAN KEPADA ALLAH

57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak kerananya.

58. Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.

59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. 

60. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.

61. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

62. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

63. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku.”

64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.

65. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

66. Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyedarinya.

67. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.

Kisah Nabi Isa dalam Surah al-Ma’idah

Januari 13, 2013

Surah ini dinamakan al-Maidah yang bermaksud hidangan. Ia merujuk kepada kisah Allah menurunkan hidangan dari langit kepada pengikut Nabi Isa. Ini disebutkan dalam ayat 112.

Ini bermakna selain Surah Ali Imran dan Surah Maryam, ini satu lagi surah yang dinamai berkaitan dengan Nabi Isa Alaihisalam dan umatnya. Begitu tinggi dan mulia kedudukan Nabi Isa Alaihissalam di sisi umat Islam. Namun ia tidak lah sampai berlebihan sehingga mengangkatnya menjadi Tuhan atau sekutunya.

Berikut dibawakan terjemahan ayat-ayat dari Surah al-Maidah berkaitan Nabi Isa Alaihisalam. 

Ayat 17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.” Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?.” Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Ayat 18. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). 

Ayat 46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. 

Ayat 47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. 

PERNYATAAN ALLAH TENTANG KEKAFIRAN ORANG YANG MENGITIQADKAN ISA A.S ITU TUHAN 

Ayat 72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Ayat 73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. 

Ayat 74. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Ayat 75. Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). 

Ayat 76. Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 

Ayat 77. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” 

SEBAB-SEBAB KUTUKAN ALLAH TERHADAP ORANG-ORANG YAHUDI 

Ayat 78. Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. 

Ayat 110. (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” 

Ayat 111. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).” 

Ayat 112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” 

Ayat 113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”

Ayat 114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.” 

Ayat 115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

Ayat 116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”

Ayat 117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. 

Ayat 118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 

Ayat 119. Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” 

Ayat 120. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kisah Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam dalam Surah Ali Imran

Disember 29, 2012

Kisah Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam dalam Surah Ali Imran

Ayat 45-63

hqdefault45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang anak lelaki) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa bin Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

46. dan dia bercakap dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang soleh.”

47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, mana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang lelakipun.” Allah berfirman: “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku khabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebahagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Kerana itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

52. Maka tatkala Isa mengetahui keengkaran mereka (Bani lsrail) dia pun berkata: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, kerana itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).”

54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dengan sempurna dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu mengatasi orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan.”

56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku seksa mereka dengan azab yang berat di dunia dan di akhirat, dan mereka pula tidak akan beroleh sesiapa pun yang dapat menolong.

57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang soleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

58. Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebahagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, kerana itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

61. Siapa yang membantahmu tentang mengenainya sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

62. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .

63. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ayat 84

84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak memzeda-bezakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

 

 

Kisah Nabi Isa bin Maryam dalam Surah al-Baqarah

Disember 28, 2012

Kisah Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam dalam Surah al-Baqarah 

149381_2136811275907_824795005_n

Sikap orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah

“ Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa bin Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus(Jibril). Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” (Surah al-Baqarah,87)

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeza-bezakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Surah al-Baqarah, 135-136)

Keistimewaan dan perbedaan darjat rasul-rasul

“ Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebahagian (dari) mereka atas sebahagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebahagiannya Allah meninggikannya beberapa darjat. Dan Kami berikan kepada Isa bin Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus (Jibril). Dan kalau Allah menginginkan, nescaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah mengingini, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (Surah al-Baqarah, ayat 253)

Krismas dan kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an

Disember 24, 2012

Krismas dan kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an

Umat Kristian merayakan Krismas pada setiap tahun bagi meraikan hari yang dikatakan sebagai hari lahir Nabi Isa Alaihissalam.

Nabi Isa alaihissalam dicintai oleh dua umat dari dua agama yang berbeza. Umat Kristian meraikan tarikh 25 Disember yang dikatakan sebagai hari lahir Nabi mereka, Isa bin Maryam alaihissalam. Seperti mana kasih dan cintanya umat Kristian kepada Nabi Isa, demikian juga dengan umat Islam.

Al-Qur’an dan Sunnah mewajibkan umatnya untuk percaya dengan benar-benar percaya (beriman) dengan rasul-rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad, termasuk Nabi Isa dan beriman juga dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an termasuklah kitab Injil yang dibekalkan kepada Nabi Isa.

Bahkan lebih dari itu lagi, umat Islam wajib beriman bahawa Allah akan menurunkan Nabi Isa ke bumi untuk menyelamatkan manusia sebelum berlakunya kiamat. Beliau akan menemani Imam Mahdi menunaikan solat bersama-sama. Ia termasuk dalam bab akidah yang wajib diimani oleh setiap umat Islam.

Jarak zaman Nabi Isa dan Nabi Muhammad lebih kurang 500 tahun. Di antara mereka bedua tidak ada Nabi lain.

Al-Qur’an dan kisah Nabi Isa

Al-Qur’an merakamkan banyak sekali kisah berkaitan Nabi Isa. Antaranya termasuk dalam Surah al-Baqarah, Surah Az-Zukhruf, Surah As-Saf, Surah al-Maidah dan beberapa lagi.

Bahkan ada 2 buah surah dalam al-Qur’an dinamakan berkaitan Nabi Isa, yakni Surah Maryam dan Surah Ali Imran yakni keluarga yang membesarkan ibu Nabi Isa, Maryam.

Hubungan Nabi Isa Alaihissalam dengan Nabi Muhammad saw

Disember 23, 2012

16818_486004301444853_2071825847_nHubungan Nabi Isa Alaihissalam dengan Nabi Muhammad saw

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاْلأَنْبِيَاءُ إِِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى، وَدِْينُهُمْ وَاحِدٌ، وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ لأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ نَازِلٌ… فَيُهْلِكُ اللهُ فِيْ زَمَانِهِ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ، وَتَقَعُ اْلأَمْنَةُ عَلَى اْلأَرْضِ حَتَّـى تَرْتَعَ اْلأُسُـوْدُ مَعَ اْلإِبِلِ، وَالنِّمَارِ مَعَ الْبَقَـرِ، وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ، وَيَلْعَبُ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لاَ تَضُرُّهُمْ.

“Para Nabi adalah saudara ‘sebapa’, ‘ibu’ mereka berbeda-beda, akan tetapi agama mereka satu, dan aku adalah orang yang paling berhak kepada Ibnu Maryam, karena tidak ada Nabi di antaraku dengannya, dan sesungguhnya dia akan turun… lalu Allah akan membinasakan al-Masih ad-Dajjal, dan suasana di muka bumi menjadi aman, sehingga singa dapat hidup bersama unta, harimau dengan lembu, serigala dengan kambing, demikian pula anak-anak kecil dapat bermain dengan ular tanpa membahayakan mereka.” (Musnad Ahmad)

Makna saudara sebapa, ibu berbeza-beza ialah sesungguhnya keimanan para Nabi adalah satu walaupun syari’at mereka berbeda-beda. (Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (III/291), dan Tafsiir ath-Thabari (VI/460) ta’liq Mahmud Syakir, dan takhrij Ahmad Syakir) 

Nabi Isa adalah sahabat Nabi 

Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah telah memuat biografi untuk ‘Isa Alaihissallam di dalam kitabnya Tajriidu Asmaa-ish Shahaabah, beliau berkata, “Isa bin Maryam, seorang Sahabat, seorang Nabi, karena beliau melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam beliau diisra’kan, mengucapkan salam kepadanya, maka dia menjadi Sahabat Nabi yang terakhir meninggal.”

Nabi Muhammad paling dekat dengan Nabi Isa

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ، لَيْسَ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ.

“Aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam. Tidak ada Nabi di antara aku dan dia.” (riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling istimewa baginya dan yang paling dekat dengannya, karena ‘Isa Alaihissallam memberi kabar gembira (umatnya) akan datangnya seorang Nabi setelahnya, dan mengajak seluruh makhluk untuk membenarkan juga mengimaninya. (Lihat al-Minhaaj fii Syu’abil Iimaan (I/424-425), karya al-Hulaimi, at-Tadzkirah, karya al-Qurthubi (hal. 679), Fat-hul Baari (VI/493), kitab at-Tashriih bimaa Tawaatara fii Nuzuulil Masiih (hal. 94) ta’liq Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah.)

Sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

“… Dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, namanya adalah Ahmad (Muhammad)…” [Ash-Shaff: 6]

Demikian pula dalam sebuah hadits dijelaskan:

قَالُوْا: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَخْبِرنَا عَنْ نَفْسِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ؛ أَنَا دَعْوَةُ أَبِيْ إِبْرَاهِيْمَ بُشْرَى أَخِيْ عِيْسَى.

“Mereka (para Sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Kabarkanlah kepada kami tentang dirimu!’ Beliau berkata, ‘Ya, aku adalah do’anya Nabi Ibrahim dan kabar gembira yang disampaikan saudaraku, ‘Isa.’” 

(HR. Ibnu Ishaq dalam as-Siirah, lihat kitab Tahdziib Siirati Ibni Hisyam (hal. 45), karya ‘Abdus Salam Harun, cet. al-Majma’ul ‘Ilmil ‘Arabi al-Islami, Mansyuurat Muhammad ad-Daayah, Beirut. Ibnu Katsir mengomentari sanadnya dengan berkata, “Ini adalah sanad yang jayyid,” dan beliau meriwayatkan beberapa penguat baginya dari jalan lain, yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dalam al-Musnad, Tafsiir Ibni Katsir (VIII/136), dan Musnad Imam Ahmad (IV/127, dan V/262, dengan catatan pinggir Muntakhab al- Kanz).